Copyright 2017 - Custom text here

Pendidikan Kegiatan Perkuliahan yang ada di bagian :

1. Kompetensi Utama

          Standar kompetensi Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 (PPDS-1) Dermatologi dan Venereologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FKUNSRI) mengacu kepada Standar Kompetensi Dokter Spesialis-1 Dermatologi dan Venereologi Indonesia yang dikeluarkan oleh Kolegium Dermatologi dan Venereologi Indonesia 2014

 

Berdasarkan standar tersebut, kompetensi Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi dibagi menjadi 3 (tiga) aspek penilaian, yaitu kognitif terdiri dari pengetahuan dan pemahaman serta pemecahan masalah dan pengambilan keputusan klinis, psikomotor terdiri dari keterampilan klinis non-tindakan dan tindakan, perilaku terdiri dari hubungan inter-personal (etika, komunikasi), sikap dan cara kerja profesional (kerjasama) serta keselamatan pasien. Standar kompetensi tersebut disusun berdasarkan substansi kajian dan keterampilan klinis DV yaitu:

  1. Substansi kajian

1.1.        Dermatologi Dasar

1.2.        Dermatologi Alergo-imunologi

1.3.        Dermatologi Non Infeksi

1.4.        Dermatologi Infeksi

1.5.        Dermatologi Kosmetik

1.6.        Infeksi Menular Seksual

1.7.        Dermatologi Tumor dan Bedah Kulit

1.8.        Dermatopatologi

  1. Keterampilan klinis

2.1.        Pemeriksaan dasar

2.2.        Pemeriksaan penunjang

2.3.        Dermatologi intervensi

Ketiga aspek tersebut dijabarkan menjadi tujuh area Kompetensi Dr. Sp.DV yang disusun dengan urutan sebagai berikut:

1.   Area etika profesionalisme yang luhur dan patient safety: kompetensi untuk selalu berperilaku profesional dalam praktik kedokteran mendukung kebijakan kesehatan, berke-Tuhanan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa, bermoral, disiplin dan beretika serta memahami isu-isu etik maupun aspek medikolegal dalam praktik kedokteran, sadar dan taat hukum, berwawasan sosial budaya dan menerapkan program patient safety,

2.   Area mawas diri, pengembangan diri dan penelitian: kompetensi dalam menerapkan praktik kedokteran dengan penuh kesadaran atas kemampuan dan keterbatasan terutama dalam bidan Dermatologi dan Venereologi, mengatasi masalah emosional, personal, kesehatan, dan kesejahteraan yang dapat mempengaruhi kemampuan profesinya, mempraktikan belajar sepanjang hayat, serta merencanakan, menerapkan dan mengembangkan pengetahuan secara berkesinambungan,

3.   Area komunikasi efektif dan kemampuan kerja sama: kompetensi dalam melakukan komunikasi dan hubungan antara manusia yang menghasilkan pertukaran informasi secara efektif dan kerja sama yang baik dengan pasien dan keluarganya, sejawat, mitra kerja, dan masyarakat serta profesi lain,

4.   Area pengelolaan informasi: kompetensi dalam mengakses, mengelola, menilai secara kritis kesahihan dan kemampuan menerapkan informasi dan pengetahuan untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah, atau mengambil keputusan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan terhadap pasien khususnya dalam bidang Dermatologi dan Venereologi, mendiseminasikan informasi dan pengetahuan secara efektif kepada profesional kesehatan, pasien, masyarakat, dan pihak terkait untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,

5.   Area landasan ilmiah ilmu kedokteran Dermatologi dan Venereologi: kompetensi dalam menerapkan ilmu biomedik, ilmu humaniora, ilmu kedokteran klinik, ilmu kesehatan masyarakat/kedokteran pencegahan/kedokteran komunitas yang terkini untuk mengelola masalah kesehatan secara holistik dan komprehensif untuk memberikan hasil yang optimal,

6.   Area keterampilan klinis: kompetensi dalam melakukan prosedur diagnosis dengan tepat dan efektif sesuai dengan fasilitas dan kondisi pasien, untuk mengatasi masalah kesehatan dan promosi kesehatan di bidang Dermatologi dan Venereologi, melakukan prosedur penatalaksanaan holistik dan komprehensif,

7.   Area pengelolaan masalah kesehatan: melaksanakan promosi kesehatan pada individu, keluarga dan masyarakat, melaksanakan pencegahan dan deteksi dini terjadinya masalah kesehatan pada individu, keluarga dan masyarakat, melakukan penatalaksanaan masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat, memberdayakan dan berkolaborasi dengan masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan, mengelola sumber daya secara efektif, efisien, dan berkesinambungan dalam penyelesaian masalah kesehatan, dan mengakses dan menganalisis serta menerapkan kebijakan kesehatan spesifik yang merupakan prioritas daerah masing-masing di Indonesia khususnya dalam bidang Dermatologi dan Venereologi.

 

-           Penilaian/evaluasi atas peserta didik PPDS Dermatologi dan Venereologi FK UNSRI dimulai sejak semester 1 (MKDU) hingga masuk stase/rotasi di setiap divisi. Setiap divisi membuat program kerja kegiatan dan evaluasi untuk peserta didik yang tengah menjalani rotasi/stase di divisinya berdasarkan standar kompetensi Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi. Selama konsultasi dan bimbingan di setiap stase peserta didik diwajibkan mengisi logbook masing-masing dengan daftar kegiatan yang dilakukan/dikerjakannya di divisi tersebut, dan ditanda tangani oleh pembimbing stase.

-          Evaluasi hasil pendidikan dilakukan berdasarkan tahapan pendidikan sesuai panduan evaluasi pendidikan (tahap pengayaan, magang, dan mandiri), serta pada akhir pendidikan secara nasional.

Cara evaluasi:

-          Ujian tulis

-          Ujian praktek pasien

-          Observasi harian

-          Penilaian tugas (logbook)

-          Ujian OSCE lokal dan nasional

-          Ujian tulis lokal dan nasional

-          Penilaian hasil penelitian (tesis)

A. Pengayaan

-          Evaluasi tahap pengayaan bertujuan untuk mengetahui apakah pendidikan dasar telah dilaksanakan dengan baik dan benar. Evaluasi ini untuk menentukan apakah peserta program dapat melanjutkan kependidikan tahap berikutnya.

-          Evaluasi dilaksanakan pada akhir semester 1 atau selambat-lambatnya akhir semester 2   meliputi observasi harian, ujian tulis, ujian praktik pasien, penilaian tugas (logbook)

B. Magang = setiap akhir stase

-          Evaluasi tahap magang bertujuan untuk mengetahui apakah pendidikan yang telah didapatkan telah dilaksanakan dengan baik dan benar. Evaluasi ini bertujuan untuk menentukan apakah peserta program dapat melanjutkan ke pendidikan tahap berikutnya.

-          Evaluasi dilaksanakan setiap akhir stase meliputi observasi harian, ujian tulis, penilaian tugas (logbook)

C. Mandiri = akhir Semester 7

-          Evaluasi tahap akhir bertujuan untuk mengetahui apakah seluruh pendidikan telah dilaksanakan dengan baik dan benar.

-          Evaluasi ini untuk menetukan apakah peserta program mempunyai kemampuan secara komprehensif meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional dokter spesialis Dermatologi dan Venereologi.

-          Evaluasi dilaksanakan setiap akhir stase meliputi observasi harian, ujian tulis lokal, ujian OSCE lokal, penilaian tugas (logbook), ujian tulis nasional, OSCE nasional, serta penilaian hasil penelitian (tesis)

 

 

2. Struktur Kurikulum

A. Pendidikan Spesialis

1.    Pengayaan

·      Biostatistik dan komputer statistik

·      Biologi molekuler kedokteran

·      Metode penelitian

·      Neuroanatomi/fisiologi klinik

·      Evidence Based Medicine

·      Genetika kedokteran

·      Filsafat ilmu, etika dan hukum kedotkteran

·      Administrasi kesehatan

·      Farmakologi klinik

·      Pengetahuan dasar laboratorium biomedik

·      Dermatologi dan Venereologi dasar

2.    Magang

·      Dermatologi infeksi

·      Dermatologi non infeksi

·      Dermatologi kosmetik

·      Dermato alergo-imunologi

·      Tumor dan bedah kulit

·      Infeksi Menular seksual

·      Dermatopatologi

 

3.    Mandiri

Pendidikan mandiri ditempuh setelah memperoleh permasalahan pada pendidikan magang yang dapat digunakan

 

B.  Tahap Profesi

1.    Pengayaan

(1)  Dermatologi dasar

a)     Genetics in relation to the skin

b)     Molecular biologic of the skin

c)     Embryogenesis kulit

d)     Struktur dan fungsi kulit, kuku, rambut dan mukosa

e)     Embryogenesis genitalia

f)      Struktur dan fungsi genital

g)     Dermatologi lexicon

h)     Status dermatologikus

i)       Introduction system imune

j)       Basic immunology

k)     Histologi  kulit normal

l)       Basic pathologic reactionof the skin

2.    Magang dan mandiri

(1)  Kesehatan kulit dan kelamin

(a)  Perawatan kulit dan kelamin sehat

(b)  Dermatologi dan Venereologi sosial

(2)  Dermatologi infeksi

(3)  Dermatologi non infeksi

(a)  Kelainan keratinisasi

(b)  Genodermatosis

(c)  Dermatosis fisikokemikal dan lingkungan

(d)  Dermatosis nutrisional, hormonal dan metabolik

(e)  Dermatosis geriatrik

(4)  Alergo-imunologi

(5)  Dermatologi onkologi

(6)  Dermatologi kosmetik

(7)  Infeksi Menular Seksual

(8)  Pengobatan

(a)  Medikal

(a)    Topikal

(ii)    Intralesi

(iii)   Sistemik

(b)  Operatif

(i)     Botox

(ii)    Peeling

(iii)   Laser CO2

(iv)   Laser Alexandrite

(v)    Laser Nb-YAG

(vi)   IPL

(vii)  Bedah skalpel

(viii) Dermaroller

(ix)   Bedah listrik

(x)    Bedah beku

(xi)   Microdermabrasi

 

Download Buku Kurikulum Dermatologi dan Venereologi

f t g m