MAHASISWA FK UNSRI MEMBUAT FLIP COVER ANTIBAKTERI (FERARI)

UNTUK TELEPON SELULER

 

Dalam kehidupan sehari-hari, telepon seluler menjadi barang yang sangat penting dalam kelangsungan hidup masyarakat. Hampir di setiap tempat dipenuhi oleh masyarakat yang sibuk bermain handphone. Telepon seluler yang sering diletakkan di sembarang tempat membuatnya berpotensi terkontaminasi oleh berbagai mikroorganisme mikroba yang dapat menimbulkan masalah kesehatan berupa penyakit infeksi.


Melihat fenomena tersebut memunculkan suatu ide atau gagasan bagi mahasiswa Universitas Sriwijaya (UNSRI). Kelima mahasiswa ini mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa dalam bidang kewirausahaan yaitu Muhammad Musa (Pendidikan Dokter Umum 2016), Kemas Muhammad Naufal Nashor (Pendidikan Dokter Umum 2015), Muhammad Galang Samudra (Pendidikan Dokter Umum 2015), Machlery Agung Pangestu (Pendidikan Dokter Umum 2015) dan Tungki Pratama Umar (Pendidikan Dokter Umum 2015) dengan dosen pembimbing dr. Rachmat Hidayat, M.Sc membuat produk berupa FERARI (Flip Cover Antibakteri) dari bahan kain poliester sebagai terobosan baru dalam dunia kesehatan. Musa menjelaskan bahwa, bahan kain yang mengandung komposisi poliester ini mampu menghambat kontaminasi bakteri lewat berbagai mekanisme seperti merusak atau menghambat sintesis dinding sel bakteri, menghambat fungsi membran sel, menghambat sintesis protein, menghambat sintesis asam nukleat serta menghambat proses metabolisme bakteri. Karena produk flip cover antibakteri pada telepon seluler belum tersedia dipasaran, maka kami membuat produk FERARI ini sebagai solusi pencegahan penularan kuman penyakit pada telepon seluler. “Produk flip cover antibakteri ini dilengkapi dengan rangka flip cover yang kuat dan tahan lama sekaligus dengan desain khas Indonesia berupa batik untuk melestarikan budaya bangsa. Adapun harga flip cover ini murah dan mudah didapatkan yaitu Rp 35.000-50.000/pcs”, terangnya Produk ini memiliki keuggulan yaitu melindungi dari penularan kuman penyakit, melindungi layar dari goresan, bahan tahan air, mudah dibersihkan, warna tidak kusam, hand made, serta terdapat motif batik sebagai media pengenalan kebudayaan Indonesia. Sasaran pemasaran adalah masyarakat umum, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa dan orangtua. Target pemasaran produk yaitu ke toko-toko aksesoris handphone, siswa sekolah, mahasiswa kesehatan dan dijual langsung ke pembeli. Strategi pemasaran yang sudah diterapkan adalah menjual langsung ke pembeli.